Share Hosting

 Shared Hosting

Shared Hosting adalah layanan hosting web di mana banyak situs berada di satu server web yang terhubung ke Internet. Ini umumnya merupakan opsi hosting yang paling ekonomis, karena keseluruhan biaya pemeliharaan server tersebar di banyak pelanggan.

Fungsi Hosting
-Sebagai tempat penyimpanan data
-Alamat akses data website
-Menjaga website tetap online

Kelebihan Shared Hosting
-Harga lebih murah
-Maintenance lebih mudah
-Mudah digunakan
-Cocok untuk Blog dan Website Bisnis
-Akses ke control panel

Kekurangan Shared Hosting
-Kontrol server terbatas
-Keamanan kurang terjamin
-Berpotensi Crash
-Pemakaian aplikasi lain yang terbatas


1.Konfigurasi pada ip address disini dapat dilihat interface ether 2 dibuat ip virtual dengan
settingan auto karena dia akan membaca interface langsung. interface ether 1 akan tetap
menggunakan allow-hotplug biar cepat membaca konfigurasi langsung:
nano /etc/network/interfaces
2.tes ping 8.8.8.8 dan google.com . Pastikan Debian dapat terhubung ke jaringan Internet
3.Pada /etc/resolv.conf masukan nameserver [IP Server]
4.Lalu kita akan membuat file namadns
5.Di dalam namadns masukan nama dns yang akan kita gunakan 
6.Masukan Repository Data Utama Surabaya agar kita dapat menginstall tools yang akan kita butuhkan
7.Lakukan apt update untuk mengupdate repository
8.Instal paket yang dibutuhkan yaitu DNS,DIG,WEBSERVER APACHE2 dengan perintah apt install bind9 dnsutils apache2 w3m.

9.Konfigurasi pada dns dengan cara masuk ke folder /etc/bind dan buka file named.conf.local

10. di "nano named.conf.local" kita tambahkan nama DNS dengan path file directory arahkan ke file konfigurasi /etc/bind masing masing DNS. serta ip reverse (33.23.13.in-addr.arpa) yang nanti path file nya juga di /etc/bind/ip

zone "michael.net"{
type master;
file "/etc/bind/michael";
};

zone "maurice.com"{
type master;
file "/etc/bind/maurice";
};

zone "chown.to"{
type master;
file "/etc/bind/chown";
};

zone "19.19.19.in-addr.arpa"{
type master;
file "/etc/bind/19";
};
11.Konfigurasi ip address pada domain masing-masing dengan perintah :
nano ip

12.Konfigurasi file michael "nano michael" sesuaikan nama DNS dengan IP dengan file "named.conf.local"
13.Konfigurasi zone maurice dengan perintah : nano maurice
14.Masuk ke nano chown untuk mengganti localhost dengan domain yang telah dibuat yaitu chown.to dan tambahnkan www dan tambahkan ip 19.19.19.3.
15.Konfigurasi bagian forwarders ganti menjadi 8.8.8.8 pada file option dengan perintah :
nano named.conf.options
16.Jangan lupa setelah selesai konfigurasi lakukan restart paket.
"/etc/init.d/bind9 restart"
"/etc/init.d/bind9 status" untuk cek layanan aktif atau belum.
17.Kemudian test uji coba ping masing masing domain pastikan ip dari domain benar.
18.Verifikasi pengujian dengan nslookup
19.Uji coba juga dengan dig ke semua domain dan pastikan ipnya benar.
20.Masuk ke directory apache2 "cd /etc/apache2" . perintah ls untuk melihat isi directory. kita lakukan konfigurasi pada file "nano apache2.conf"
21.Konfigurasi share web, masuk ke nano /etc/apache/apace2.conf, lalu ubah direktorinya menjadi home.
22.Masuk ke direktori sites-available dan cp file default apache2 menjadi tanda namadns.conf agar bisa di enable site atau disable site
23.Konfigurasi nano michael, maurice dan chown lalu hapus pagar depan servername dan isi dengan nama dns dan ganti documentroot menjadi -home-file untuk mengganti nama dns
24.Setelah semua file di "/etc/apache2/sites-available" kita konfigurasi, kita jalankan dengan perintah a2ensite dan kita nonaktifkan file default 000-default.conf
"a2dissite 000-default.conf"
"a2ensite michael.conf"
"a2ensite maurice.conf"
"a2ensite chown.conf"
untuk menjalankan konfigurasi terbaru, kita perlu restart paket apache2
25.Pindah ke direktori home, dan buat user untuk masing-masing dns
26."cd /var/www/html" pergi ke direktori /var/www/html lalu copy file index.html ke masing masing user direktori di 
cp index.html /home/michael/ 
cp index.html /home/maurice/
cp index.html /home/chown/
27."cd /home" kemabli lagi ke direkotri home, kita akan konfigurasi file index.html di masing masing user directory. index.html berguna untuk tampilan web server masing masing DNS.
28. Ubah pada bagian command tittle menjadi seperti ini (misalnya)

29.Selesai melakukan konfigurasi untuk Web Server kita restart paket apache 2 dengan perintah "/etc/init.d/apache2 restart" 
dan cek statusnya dengan 
"etc/init.d/apache2 status"
pastikan statusnya active (running)

30.Kita bisa mencoba untuk melihat website yang kita buat di dalam server dengan menggunakan w3m
31.Install iptables-persistent
32.Tambahkan fungsi iptables nat dengan perintah
"iptables -t nat -A POSTROUTING -o enp0s3 -j MASQUERADE"
33.Simpan konfigurasi iptables rules.v4 dengan perintah
"iptables-save >/etc/iptables/rules.v4
34.Untuk melihat hasil konfigurasi iptables NAT, gunakan pernitah :
iptables -t nat -L
35.Network Adapter 2 kita gunakan Host-only Adapter berguna untuk menghubungkan OS Virtual dengan Komputer fisik yang kita pakai, sekarang kita gunakan Host-only Adapter untuk mengakses web yang telah kita buat dengan DNS
36.Ubah IP untuk Host-only Adaptor, kita buat satu network dengan IP dari enp0s8 di VirtualOS Debian 9. ini berguna agar kita dapat mengakses web server yang kita buat
37.Untuk tes sekali lagi ping masing masing nama domain DNS apakah me reply atau tidak.
38.Sekarang kita bisa mencoba untuk membuka situs yang tadi kita buat di komputer fisik



Komentar